Lalu Barbarian King memerintahkan pengawalnya untuk menghukum Panglima itu dengan hukuman 3 tahun 2 bulan penjara dengan masa percobaan 2 bulan, belum termasuk remisi hari raya ^_^
Hari terus berganti. Hilangnya jari kelingking ternyata tidak membuat Barbarian King menghentikan kebiasaannya menyerang clan lain dan berburu Gold & Elixir.Barbarian King kini punya Panglima perang yang baru. Dia telah menyiapkan pasukan yang jauh lebih besar. Berangkatlah rombongan ini mencari clan incaran. Mereka harus mendaki gunung lewati lembah serta menikmati sungai yang mengalir indah ke samudera ^_^Namun saat melewati sebuah gunung, Barbarian King dan panglima perang barunya tersesat dan terpisah dari rombongan pasukan.Tiba-tiba, mereka berdua dihadang oleh clan dari suku primitif. Keduanya lalu ditangkap dan diarak untuk dijadikan korban persembahan kepada para dewa. Sebelum dijadikan persembahan kepada para dewa, Barbarian King dan panglima itu dimandikan.
Saat giliran Barbarian King yang dimandikan, ketahuan kalau salah satu jari kelingkingnya terpotong, yang diartikan sebagai tubuh yang cacat sehingga dianggap tidak layak untuk dijadikan persembahan kepada para dewa.Akhirnya, Barbarian King ditendang dan dibebaskan begitu saja oleh clan primitif itu. Dan panglima perang barulah yang dijadikan persembahan kepada para dewa.
Dengan susah payah akhirnya Barbarian King berhasil keluar dari gunung dan bertemu kembali rombongan pasukannya. Barbarian King memerintahkan semua pasukannya untuk kembali ke clan.
Setibanya di clan, Barbarian King langsung memerintahkan supaya Archer Queen, Panglima Perang yang dulu dijatuhinya hukuman penjara segera dibebaskan.“Panglimaku, aku berterimakasih kepadamu. Nasehatmu ternyata benar, apa pun yang terjadi kita patut bersyukur. Karena jari kelingkingku yang terpotong waktu itu, hari ini aku bisa pulang dengan selamat.” Kemudian Dia menceritakan kisah perburuannya itu secara lengkap.Setelah mendengar cerita Barbaring King, buru-buru Archer Queen berkata: “Terima kasih baginda. Saya juga bersyukur baginda telah memenjarakan saya waktu itu. Karena jika tidak, mungkin sekarang ini, sayalah yang menjadi korban dipersembahkan kepada dewa oleh orang-orang primitif itu.”
No comments:
Post a Comment